KOK BISA?, CHANNEL YOUTUBE EDUKASI PERTAMA DI INDONESIA

Suka dengan channel Youtube seperti Crash Course atau Minute Physics? Kalau jawaban lo iya, mungkin lo juga akan suka dengan channel serupa dari Indonesia, Kok Bisa?

Dulu Ziliun pernah menulis artikel yang berjudul Youtuber Indonesia, You Can Do More!”. Kabar baiknya, ternyata bener-bener ada yang do more!

Di saat kebanyakan Youtuber dan content creator berlomba-lomba bikin video lawak yang jelas-jelas digemari penonton Indonesia, tiga mahasiswa jurusan ilmu komunikasi, Yoga, Alvin, dan Gerald, ambil jalur berbeda dengan membuat channel video edukasi mereka sendiri, yang dinamakan Kok Bisa?. Channel yang mulai banyak dikenal sejak viral lewat video berjudul Kenapa Rupiah Melemah?” ini awalnya dibuat dengan kepedulian para founder-nya akan minimnya konten edukasi.

Kalau media massa konvensional kayak televisi atau mungkin yang lain gitu, kebanyakan sudah menyajikan konten hiburan. Kalau kita sendiri sih ngelihat media massa itu kurang mengusahakan konten yang sifatnya edukasi, jadi kita lihat pasarnya potensial. Terus juga, umur 15-25 tahun itu harusnya cukup kritis, gak cuma dijejalin sama konten yang sifatnya hiburan, kemudian juga menumpulkan daya kritisnya,” kata Alvin.

Saat Ziliun ngobrol bareng Gerald dan Alvin di acara Pop Talk Sabtu lalu (19/09) di Conclave, kita menemukan kalau dalam menjalankan Kok Bisa?, sebagai co-founder mereka bertiga telah melakukan kolaborasi sesuai kelebihan masing-masing. Alvin yang notabene senang belajar berbagai hal memiliki peran sebagai researcher yang mencari berbagai informasi untuk kemudian disusun menjadi konten video. Setelah itu, Gerald akan membuat ilustrasinya, dan terakhir Yoga yang akan membuat animasinya.

Kolaborasi awalnya itu lebih ke arah hobi. Kita nyalurin hobi aja. Hobi bikin sesuatu yang unik, dari Yoga, terus lanju, akhirnya Yoga ngajakin Alvin karena kalau sendiri kan capek juga, harus riset dan gambar sendiri, tiap minggu lagi,” kata Gerald.

Channel yang dimulai pada Juni 2015 ini saat ini sudah memiliki 20 video, dengan lebih dari 42.000 subscribers dan lebih dari 1,3 juta views, yang membahas mulai dari kenapa internet Indonesia lemot sampai ke perdebatan mana yang duluan, ayam atau telur.

Ke depannya, Gerald dan Alvin menyatakan kalau punya studio animasi sendiri adalah visi besar mereka dalam lima tahun ke depan. Soal dukungan orangtua, ini jawaban Alvin:

Kalau orangtua sih awalnya juga gak tahu. Tapi pas mulai di-publish di media mulai tahu, terus ‘Wah, kamu ikutan kayak gini’, jadi mendukung kemudian.”

Kalau makin banyak anak muda Indonesia udah bisa bikin video edukasi sekelas buatannya Green brothers, lama-lama gak ada lagi deh anak muda yang nonton sinetron!


Sumber: Ziliun.com

Related News

CGV* Cinemas Hadir di 23 Paskal Shopping Center

Ada kabar baik nih untuk Layarians yang tinggal di sekitar kota Bandung dan mau merasakan pengalaman baru menonton film. Karena pada tanggal 25 April 2017, CGV Cinemas baru saja meresmikan cabangnya yang ke-29 di 23 PASKAL SHOPPING CENTER. Lokasi ini terletak di komplek PASKAL Hyper Square, Jl. Pasir Kaliki No 25-27, Bandung.  Dengan mengusung konsep Cultureplex, CGV 23 Paskal menawarkan pengalaman lebih dari sekedar menonton film yang dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat dipilih oleh para pecinta film, seperti 7 auditorium (4 reguler auditorium dengan fitur 3D dan SweetBox, 1 audi  MORE

Belum Terlambat Untuk Ikutan Movember!

Pernah mendengar kata Movember? Eits.. Movember ini bukan gerakan untuk move-on dari mantan kekasih ya. Tapi Movember ini adalah sebuah gerakan tahunan untuk menumbuhkan kesadaran para pria atas kesehatan mereka, khususnya kanker prostat, kanker testis, depresi dan penyakit lainnya dengan menumbuhkan kumis.

Bagi banyak orang, kumis adalah simbol kejantanan. Tapi relakah seorang pria mencukur kumis yang sudah ia pelihara? Demi mengikuti Movember, para pria harus menumbuhkan kumis mereka tanpa mencukurnya sedikit pun selama satu bulan penuh di bulan November dan mencukurnya di  MORE